Suzanneoshinsky

Berita Informasi Seputar Teknologi dan Gaya Hidup

Gaya Hidup

Gaya Hidup Zero Waste Dalam Hal Pola Makan

Gaya hidup bebas limbah atau tanpa limbah tidak hanya fokus pada pengurangan limbah plastik, tetapi juga meminimalkan limbah dari konsumsi makanan sehari-hari. Wakil Direktur organisasi pemuda Asosiasi Mahasiswa Internasional di bidang Pertanian dan Ilmu Terkait (IAAS), Maria Jacklyn mengatakan dalam acara “Kantin Berkelanjutan: Mengelola Limbah Makanan” di Jakarta, bahwa limbah makanan yang tidak dimakan kemudian hanya akan berakhir di sebuah TPA.

Tidak hanya merusak pemandangan dan mencemari udara, limbah makanan juga dapat berdampak negatif bagi bumi. “Limbah makanan menghasilkan gas metana 23 kali lebih kuat dari CO2 dan berkontribusi 8 persen untuk menghasilkan gas rumah kaca,” kata Maria, Rabu 20 Maret 2019.

Karena itu, ia mengimbau konsumen makanan, terutama dari generasi muda, untuk lebih memperhatikan limbah dari makanan itu sendiri, bukan hanya sampah plastik dari kemasan. “Tidak hanya sisa dari apa yang dimakan tetapi juga mulai berpikir tentang proses produksinya,” katanya.

Saat mengonsumsi makanan, Anda juga harus memikirkan proses pembuatan bahan makanan, seperti air yang digunakan untuk penanaman, dan energi yang digunakan untuk budidaya tanaman pangan.

Ketika sisa makanan menjadi sampah, Maria mengatakan bahwa sumber daya ini juga terbuang sia-sia. Cara mulai mengurangi limbah makanan dalam kehidupan sehari-hari cukup sederhana, lanjutnya. “Mulai dari makan cukup. Misalnya, Anda tidak perlu memesan makanan lengkap untuk difoto, tetapi apa yang Anda makan hanya sebagian dan akhirnya menjadi sampah,” katanya.

Jika ada sisa makanan dan masih dalam kondisi untuk makan dengan benar, Anda harus memberikannya kepada teman atau membawanya pulang untuk dimakan nanti. “Bisa juga diberikan kepada hewan, asalkan makanan itu bisa dikonsumsi oleh hewan,” kata Maria.

Sementara itu, salah satu peserta acara, Jihan Zhahirah dari SMAN 80 Jakarta mengatakan bahwa masalah limbah makanan belum menjadi perhatian. Saat ini, sekolah-sekolah yang bersaing untuk tingkat ASEAN Adiwiyata masih fokus pada menekan jumlah limbah plastik yang dihasilkan setiap hari. “Jadi ketika saya mendengar presentasi tentang limbah makanan dan cara sederhana untuk mengatasinya, saya menjadi tertarik untuk mendaftar dan berbagi dengan siswa lain,” kata Jihan yang juga anggota organisasi Duta Lingkungan SMAN 80.

Dia mengaku tertarik menerapkan skema mengurangi limbah makanan di sekolah karena masih banyak sisa makanan yang terbuang, terutama saat istirahat. Namun, sistem teknisnya masih harus diseduh.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Avatar
Saya suka sekali menulis, menulis adalah hobi saya. Saya senang melakukan blogging di sela-sela kesibukan saya.