Suzanneoshinsky

Berita Informasi Seputar Teknologi dan Gaya Hidup

Gaya Hidup

Gaya Hidup Serba Cepat Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Di era yang semakin cepat ini, tuntutan untuk pekerjaan yang lebih aktif harus dilakukan. Dampak dari gaya hidup cepat sangat terkait dengan penyakit kronis, yaitu diabetes.

Seorang spesialis penyakit dalam, Bhanu mengatakan bahwa peningkatan jumlah kasus diabetes terkait dengan perubahan gaya hidup. Di mana secara umum, pekerja tidak lagi makan makanan bergizi dan aktivitas fisik tidak baik. “Tentunya pekerja memakannya di pinggiran sekitar kantor. Atau kalaupun ada rapat, makanannya juga tidak terkontrol,” katanya saat Coffee Time bersama Tropicana Slim di Jakarta pada 24 April 2019.

Selain asupannya tidak terlalu diatur, bahkan para pekerja ini pun semakin kurang aktif secara fisik. “Pekerja biasanya duduk sepanjang hari di kursi. Inilah yang membuat risiko diabetes semakin besar,” katanya.

Untuk menyiasatinya, dokter Bhanu berbagi kiat mudah untuk mencegah diabetes dan mengurangi risiko. Salah satu langkah mudah adalah membawa makan siang dari rumah.

Beberapa orang mungkin mendengar kesulitan mendengar saran ini, tetapi Bhanu mengatakan tidak akan ada kesulitan. Menurutnya mengatakan bahwa membawa bekal lebih mudah karena makanan yang disiapkan secara umum adalah makanan dengan proses memasak pendek dan bahan-bahannya sangat mudah ditemukan di pasaran. Bagaimanapun, ini dimaksudkan agar seseorang dapat mengatur asupan makanannya sendiri.

“Untuk diabetes, makanan yang baik dikonsumsi adalah IG rendah atau indeks glikemik rendah. Ini termasuk kacang-kacangan, roti gandum atau buah-buahan. Jadi sangat mudah dan praktis untuk mengelola asupan Anda sendiri. Ambil dan ambil saja,” katanya .

Selain itu, itu juga mengharuskan Anda untuk aktif, terutama jika Anda tidak punya waktu untuk menyiapkan persediaan sehingga Anda harus makan di luar. Dalam hal ini, ia mengambil contoh aktor Jackie Chan. Dia mengatakan bahwa apa yang dapat dipelajari dari Jackie Chan dalam menjaga tubuh yang sehat adalah sistem ‘balas dendam’.

“Misalnya, setelah makan es krim, Anda harus menggantinya dengan aktivitas fisik seperti berjalan selama 10 menit agar tubuh tetap sehat meski dipenuhi dengan manis. Sekarang, seperti ini, Anda harus mengikuti contoh apa datang dari mulut dan apa yang keluar melalui aktivitas fisik, “katanya.

Jika ini dianggap mustahil dilakukan di lingkungan kerja, Bhanu menyarankan untuk berjalan kaki ke kantor. “Jadi turun dari angkutan umum sedikit lebih jauh, sehingga terus bergerak,” katanya.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Avatar
Saya suka sekali menulis, menulis adalah hobi saya. Saya senang melakukan blogging di sela-sela kesibukan saya.