Suzanneoshinsky

Berita Informasi Seputar Teknologi dan Gaya Hidup

Tips & Trick

Arti Pada Simbol Kemasan Obat

Kedokteran adalah salah satu penyelamat kehidupan manusia. Tetapi tanpa dosis yang masuk akal dan diresepkan, obat-obatan dapat membunuh manusia seperti yang terjadi pada Michael Jackson. Itu sebabnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuat aturan dan klasifikasi obat. Mari kita identifikasi obat lebih lanjut sehingga kita dapat menggunakannya sesuai aturan.

1. Obat gratis

Obat OTC adalah obat yang dapat digunakan tanpa resep dokter. Di negara-negara Barat, obat ini disebut OTC atau Over The Counter. Obat-obatan ini aman dan dapat dibeli secara bebas di warung, toko obat, atau apotek. Termasuk dalam kelompok ini meliputi: vitamin, ORS, pedial dan sebagainya.

Meskipun disebut aman, obat bebas harus tidak digunakan dengan sembarangan. Namun, obat-obatan bebas juga memiliki kandungan “racun” yang dapat berbahaya bagi tubuh jika tidak digunakan dengan benar.

Kemasan obat ditandai oleh lingkaran hijau dengan tepi hitam. Obat gratis ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit ringan, biasanya dalam bentuk vitamin atau multivitamin.

2. Obat Gratis Terbatas

Obat jenis ini masih dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter. Meskipun dapat dibeli tanpa resep dokter, aturan penggunaan dan efek samping harus menjadi perhatian. Penggunaannya juga harus sesuai dengan indikasi yang tertulis pada kemasan.

Pada kemasan obat ini ada lingkaran biru dengan tepi hitam. Dan ada juga peringatan yang ditandai dengan kotak kecil berbasis gelap atau kotak putih dengan tepi hitam, misalnya:

P.No.1: Hati-hati! Obat keras. Baca aturan untuk digunakan
P.No.2: Hati-hati! Obat keras. Hanya untuk pemakaian luar.
P.No.3: Hati-hati! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No.4: Hati-hati! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No.5: Hati-hati! Obat keras. Obat wasir, jangan tertelan.

Penggunaan obat ini juga harus dihentikan jika kondisi penyakitnya semakin serius. Anda harus pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak dianjurkan untuk melakukan pengobatan sendiri dengan obat-obatan yang harus diperoleh melalui resep dokter. Meskipun gejala dan keluhan penyakitnya sama, obat-obatan yang digunakan belum tentu sama.

Catat tanggal kadaluwarsa obat, baca informasi pada kemasan tentang instruksi untuk menggunakan obat yang tidak, petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan, efek samping, dosis obat, cara menyimpan obat, dan interaksi obat dengan obat-obatan atau interaksi obat dengan makanan yang dikonsumsi.

3. Obat keras

Obat ini harus diperoleh melalui resep dokter. Ciri khasnya adalah ada lingkaran merah dengan tepi hitam dan huruf K di dalamnya.

Obat yang termasuk dalam kelompok ini, misalnya: antibiotik, penisilin, obat yang mengandung hormon, obat penenang, dan lain-lain.

Obat jenis ini tidak dapat dikonsumsi karena bisa berbahaya, meracuni tubuh, memperburuk penyakit, atau menyebabkan kematian.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Avatar
Saya suka sekali menulis, menulis adalah hobi saya. Saya senang melakukan blogging di sela-sela kesibukan saya.